Pagi yang cerah itu menyapa kediaman keluarga kecil kami. Aku sedang sibuk di dapur mengolah berbagai macam bahan makanan yang akan aku sulap menjadi sarapan penuh cinta untuk suamiku. Aku menata nasi goreng seafood dan omelet yang telah matang di meja makan. "Apa dosen ganteng itu belum bangun juga?" ujarku sambil melihat pintu kamar lantai dua yang terlihat dari ruang makan. Mas Dar memang tidur lagi sehabis KAMI sholat subuh. "Kok tumben tidur lagi Mas?" tanyaku begitu melihat Mas Dar naik kembali ke atas ranjang. "Mas ngantuk, ntar bangunin ya jam 8," sahut Mas Dar yang sudah mulai kembali memejamkan matanya. Ntah kenapa tiba-tiba pipiku merona mendengar sahutan Mas Dar tersebut. "Emangnya Mas aja yang ngantuk?" celetukku dan hal itu masih dapat didengar Mas Dars. "Mas seneng k

