Aku menggeliatkan badan seperti bayi yang baru saja terbangun dari tidur, dengan mata yang masih mengantuk aku melirik jam dinding di depannya sekarang. Jarum jam menunjukkan ke angka satu yang itu artinya masih tengah malam. Tiba-tiba saja wajahku terasa merona begitu melihat kesamping tertidur pulas dosen yang telah berhasil mencuri hati ini. Semuanya karena tadi sore Mas Dar mengajakku berbicara namun, tepat saat kami akan memulai pembicaraan yang serius adzan ashar menginstrpsi kami. Aku mencium tangan Mas Dar hikmat lalu dengan telaten aku membereskan alat sholat mkami, "kamu gak ingin bertanya tentang hasil pencarianku?" suara Mas Dar terdengar dan hal itu sukses membuat Aku terdiam berdiri menghadap ke arah cermin. "Bisakah kita tidak membahas hal ini dulu?" pintaku lirih, aku ta

