Jika semuanya berjalan lancar sejak dari Belgia, ia berhenti di pegunungan dan tidak jatuh, melanjutkan perjalanan hingga Paris, bertemu Gold dan membahas rencana-rencana penggulingan pemerintah Prancis saat ini. Begitu Cloud punya rencana, harusnya ia itu yang ia lakukan sekarang. Rencananya gagal total begitu ia jatuh ke jurang dan bertemu Charge, lalu pergi ke lokasi jatuhnya Eracles, melawan letnan, dan melarikan diri ke ruang angkasa. Hal apa lagi yang akan menantinya di Zenus nanti, semoga ketika ia punya rencana lain semuanya akan baik-baik saja sampai tujuannya tuntas. Untuk Sodda dan untuk semuanya.
Satu jam perjalanan tidak terasa begitu lama karena suasana pengalaman baru. Baiklah, ia siap menghadapi apa pun yang akan ada di depan sana.
Pesawat mendarat mulus di tanah Zenus. Hal pertama yang Cloud dan Charge rasakan ketika menginjakkan kaki di planet Zenus adalah partikel udara yang lebih dingin ketika dihirup, namun menghangat ketika menyentuh kulit, udara yang unik.
“Tugasku telah selesai, mohon undur diri, Jendral, aku akan kembali ke markas.” Si kelabu lain berpamitan. Lalu berbalik pada dua manusia di sana. “Selamat tinggal, Cloud dan Charge, semoga hari kalian menyenangkan selama di sini.”
“Terima kasih atas tumpangannya,” balas Charge basa-basi, tapi ucapan terima kasihnya itu tulus. Dan makhluk itu pun bergegas pergi.
“Mari, kita akan menemui Raja Genos.”
“Pemimpin di sini?” Orang tua bertanya bodoh. Tentu saja raja adalah pemimpin.
“Tentu saja.”
Charge mengerti, lalu mengayunkan kakinya membuntuti Elon, di sebelahnya Cloud menyamakan langkah.
Istana kerajaan Zenus luar biasa besarnya, berwarna abu-abu—setelah Cloud lihat-lihat ternyata semua yang ada di sini adalah kelabu, tanaman kelabu, tanah, rumah-rumahan berbentuk bulat, kecuali atmosfer langit dan kain tipis yang membalut tubuh kelabu mereka semuanya berwarna abu-abu—istana itu tinggi menjulang kontras dengan perawakan mereka yang pendek dan kerdil. Tempat ini luar biasa suram namun terasa hangat.
Dua penjaga istana memberi hormat pada Elon ketika makhluk itu menyuruh mereka membuka pintu istana. Mereka bertiga pun lantas segera masuk.
Charge menyikut lengan Cloud di sampingnya, membisikan sesuatu. “Bagaimana mereka bisa membangun bangunan setinggi ini dengan tubuh-tubuh pendek mereka? Sepertinya tinggi istana lebih dari seratus meter.”
Cloud menggeleng. “Bagaimana pula aku bisa tahu. Bangunan ini memang luar biasa.“
Mereka tiba di sebuah pintu yang super tinggi seperti bangunan utamanya, pintu itu terbuka dengan sendirinya tanpa ada penjagaan. Dan seorang yang sejenis Elon duduk di singgasana kelabu berbalut permata di sisi-sisinya. Elon membungkuk memberi hormat. Detik itu pula Raja Genos mengukir wajah bangga pada Elon, senang prajurit terbaiknya sudah kembali.
“Yang mulia, hamba pulang membawa tamu dari Bumi.”
“Akhirnya kau pulang, Elon. Betapa lama aku telah menunggumu.” Netra Raja Genos mengincar dua makhluk asing yang dibawa Elon. Kenapa Elon membawa manusia ke sini?
Si raja dari dunia kelabu ini bangkit dan meninggalkan singgasananya, pergi ke ruangan lain tanpa sepatah kata pun, lalu Elin menyusul sang raja. Ia mengisyaratkan Charge dan Cloud untuk mengikutinya. Dua manusia itu saling tatap penuh asumsi. Apakah raja Genos marah karena Elon membawa makhluk asing masuk ke daerah kekuasaannya.
Seakan dapat mengintip isi kepala dua manusia itu Elon pun berujar, “Raja tidak marah, beliau tidak akan menyakiti kalian, tenang saja.”
Satu alis Charge naik mendengarnya. “Lalu kenapa sikapnya seperti itu?”
“Memangnya sikapnya harus seperti apa?” Elon balik bertanya, ia sungguh tidak mengerti etika manusia.
Mereka semua duduk di salah satu meja melingkar abu-abu. Sepertinya raja lebih suka mengobrol seperti ini daripada berjauh-jauhan di atas singgasananya.
“Ceritakan apa yang terjadi, Elon, Ercles bagaimana? Dan mereka siapa? Kenapa kau bawa kemari?” Raja Genos terlihat tidak sabar sekali.
“Mereka bernama Cloud dan Charge. Aku bertemu dengan mereka di dasar jurang yang menyimpan potongan terakhirnya Eracles.” Elon membuka cerita, Raja Genos fokus mendengarkan begitu juga Cloud dan Charge.
“Awalnya aku mengetahui saat salah satu pesawat dicuri dari pusat keamanan Zenus, pesawat itu mengaktifkan alat pelacak secara otomatis begitu mesin dinyalakan, dan aku mendapat laporan bahwa koordinat pelacak berada di planet Bumi, tempat manusia hidup. Aku menduga yang mencuri pesawat itu juga adalah pencuri Eracles, seperti yang sudah aku laporkan padamu, maka tanpa menunggu lama aku segera berangkat ke Bumi untuk mencari Eracles dan si pencuri. Dari pegunungan di sana aku telah berhari-hari hingga berminggu-minggu mencari di setiap pelosok area, namun tidak satu pun yang kucari dapat ditemui. Baik Eracles atau entah siapa yang membawa Eracles ke bumi.
“Pegunungan di sana luas sekali hingga membutuhkan waktu setengah tahun lamanya bagiku untuk menemukan fakta bahwa Eracles berhasil menciptakan jurang ribuan meter dalamnya, menumbuk area di sekitarnya hingga ambles. Lalu aku mulai menyusuri setiap jengkal dasar jurang tersebut dan itu pun juga tidak mudah, minimnya pencahayaan dan kerusakan yang melanda pesawatku tidak dapat dihindari. Aku bertahan dengan alat pencahayaan seadanya yang masih bisa dipakai dari pesawatku. Kemudian ketika aku mendengar suara hewan menggeram tidak jauh dari tempatku berdiri, saat itu, aku menyadari ada sesuatu di sana, dan waktu itu hewan-hewan buas di sana mengelilingi Eracles menjaganya bersama mereka, Eracles yang hanya menyisakan inti dari batunya, hewan itu tidak buas terhadapku. Sejak itu kami menjadi Eracles bersama-sama.
“Dan bagian pertemuanku dengan dua manusia ini ketika mereka mengunjungi dasar jurang, namun hewan buas tidak menyerang mereka, dan aku tahu itu karena volenthium milik Cloud bersinergi dengan inti Eracles membuat hewan-hewan itu kehilangan insting predatornya, aku aku sedang menjelaskan semua tentang Eracles pada mereka ketika pasukan yang telah mengambil sebagian Eracles yang saat jatuh itu datang begitu saja. Pasukan itu diserang oleh gerombolan hewan buas tapi hewan-hewan buas itu kalah di tangan mereka, lalu tanpa kami sadari Eracles dengan volenthium milik Cloud menyatu di udara, bercahaya terang, kemudian masuk ke dalam tubuh Cloud. Tubuh Cloud mengeluarkan listrik, yang mulia. Ia menggantikan hewan buas menyerang pasukan militer dengan mudah, tapi sayang pasukan bantuan dengan persenjataan lengkap segera tiba di sana membuat Cloud tak bisa berkutik. Sampai akhirnya aku menerima sinyal dari prajurit yang menjemputku dan kami dengan sigap melarikan diri. Dan di sinilah kami sekarang.”
Cloud dan Charge terpaku kagum mendengar cara bercerita Elon. Apakah semua makhluk di sini memang pandai menjelaskan sesuatu?
“Kau bilang inti Eracles dan Volenthium menyatu jadi satu lalu masuk ke dalam tubuh manusia?” Raja Genos menunjuk Cloud, dijawab anggukan oleh Elon.
“Apakah waktu itu matanya juga bercahaya?”
Sekali lagi Elon mengiyakan. Sang raja seakan tak percaya mendengarnya.
Cerita petualangan Elon saat mencari Eracles begitu menyentuh hati sang raja. Elon adalah prajurit terbaiknya, jendral besar pemimpin pasukan Zenus, ia tidak menyesal telah menjadikan Elon sebagai orang kepercayaannya di pusat keamanan Zenus. Setiap tugas yang raja lemparkan pada Elon selalu Elon tangkap dengan baik.
“Terima kasih, Elon, kau telah menyelesaikan tugasmu dengan baik.”
“Sudah menjadi tanggung jawabku, Yang Mulia.”
Sejatinya di dalam ruangan itu yang hatinya paling tersentuh ialah Cloud dan Charge, andai negara mereka mempunyai pemimpin seperti raja Genos, semua yang mereka alami sekarang tidak perlu terjadi. Suasana hangat antara raja dan rakyatnya ini bagaikan udara yang sama hangatnya ketika menerpa kulit mereka, namun sejuk saat dihirup.
Raja Genos beralih pada dua manusia di sana yang masih memerhatikan dalam diam, entah memikirkan apa.
“Kau Charge dan Kau Cloud, benar?” Menunjuk keduanya bergantian. Anggukan kecil Cloud lakukan.
“Benar, Yang Mulia.” Charge membenarkan.
“Kalian beruntung aku bukan raja sebelumnya yang bisa membunuh siapa pun makhluk asing yang memasuki kawasan planet Zenus.” Raja Genos menginformasikan, membuat Cloud dan Charge terdiam. Mereka melarikan diri ke sini tanpa tau seluk beluk planet ini, bahaya bisa saja mengancam di sepanjang perjalanan, membuntuti mereka entah sampai kapan. Namun jika mereka tidak mengambil risiko menjangkau tempat asing, mereka—apalagi Cloud—mungkin sudah mati puluhan kali di planetnya sendiri.
“Raja sebelumnya sangat membenci makhluk dari planet lain. Aku tidak tahu pasti alasannya, tapi rumor yang kudengar dia punya trauma dalam terhadap orang luar. Begitulah.”
“Kau tidak akan membunuh kami?” Sebenarnya Charge percaya bahwa mereka adalah makhluk baik, tetapi ia tetap bertanya hal seperti itu, selain untuk memastikan juga untuk memberikan sedikit kelegaan di hatinya.
“Tidak selama kalian tidak membahayakan rakyatku,” katanya penuh kewibawaan, menyajikan romantisme antara raja dengan rakyatnya. Dan sekarang walaupun Charge dan Cloud bukan rakyatnya, dua manusia itu akan lebih menghormati Raja Genos sang pemimpin Zenus daripada pemimpin mereka sendiri di Bumi sana.
“Aku juga akan membantu kalian selama kalian di sini. Semua keperluan akan kusiapkan,” katanya begitu ramah, Raja Genos kemudian berdiri dari duduknya, ia hendak pergi masih banyak hal yang harus diurus. Elon, Cloud, dan Charge lantas ikut bangkit menjauhkan p****t mereka dari kursi.
“Terima kasih, Yang Mulia.” Charge tersenyum tulus. Orang tua itu beruntung karena Cloud jatuh dari jurang—ketika hal itu adalah kesialan bagi Cloud—kalau tidak menolong Cloud mana mungkin ia bisa berkesempatan bertemu raja Arif dan bijaksana seperti di dalam buku dongeng. Ternyata memang benar, selalu ada suatu kebaikan ketika suatu musibah terjadi.
“Baiklah, tidak perlu sungkan, kalau butuh sesuatu silakan katakan saja, para pelayan di istana ini akan menyediakannya, kalau begitu, aku permisi, urusan rakyat memanggilku untuk segera diselesaikan.”
Kaki-kaki kelabu raja telah melangkah beberapa kali ketika Cloud akhirnya bicara.
“Sebenarnya, Yang Mulia ....”
Raja memutar leher dan tubuhnya. Merespon lembut. “Katakan!”
“Aku ingin tahu apa yang terjadi dengan dua batu di dalam tubuhku ini. Volenthium dan Eracles.” Cloud memasang seluruh indranya lekat-lekat, menunggu jawaban Raja Genos. Memohon dalam diam.
Tidak sanggup melihat Cloud, pandangan raja dijatuhkan pada Elon. “Kau belum memberi tahu mereka, Jendral?”
“Belum kulakukan.” Elon menjawab jujur.
“Tidak apa.” Sang raja memakluminya. Pandangannya kembali tertuju pada Cloud, ia membisu untuk beberapa lama, menimbang-nimbang keputusan yang akan ia ambil untuk manusia itu.
“Kau ingin meneliti kedua benda itu?” tanya Raja Genos memastikan. Cloud menanggung mantap. Ia ingin tahu kebenaran yang tersembunyi di antara batu-batu itu untuk mengalahkan pemerintahan Prancis agar ia bisa hidup tenang bersama Sodda.
“Tidak bisa di sini.” Akhirnya jawaban semacam itu yang sang raja keluarkan, menjalari sel-sel otak Cloud dengan kebingungan.
***