Sejak keributan yang terjadi semalam, Riska dan sang suami masih terlibat perang dingin. Riska tidak ingin menanggapi apapun yang diucapkan sang suami. Namun meskipun sedang dalam kondisi yang tidak baik-baik saja, Riska tetap tidak melupakan semua kewajibannya seperti biasa. Dan karena hari ini adalah akhir pekan, dia dan Riksa tidak bekerja. Setelah menyiapkan sarapan, tanpa menunggu sang suami dia langsung menyantap sarapannya seorang diri. Dia tahu sang suami memilih untuk melanjutkan tidurnya selepas subuh tadi. “Biarin lah. Nanti kalau lapar juga bisa nyari makan sendiri.” gumam Riska sambil mengunyah bihun goreng yang tadi dia buat. Nafsu makannya meningkat saat ini, terlebih saat dia sedang dilanda emosi yang berkepanjangan. “Masak apa?” Suara itu tiba-tiba terdengar di belaka

