Derek Wesley, Ayah Millian. Dia terlihat lebih baik. Lelaki paruh baya itu meskipun terlihat angkuh, namun setidaknya dia masih sedikit bersahabat jika sedang berbicara. Ayah Millian memperlakukan Wendy dengan lebih baik, berbeda sekali dengan Ibu Millian yang sejak tadi hanya berusaha menyudutkannya saja. “Jadi kau bekerja diperusahaan kami?” Wendy mengangguk, “Benar Mr. Wesley. Sejak anda masih menjabat hingga saat ini.” “Apa yang bisa dibanggakan? Hanya pekerjaan rendahan.” Itu kalimat yang dilontarkan Margaret, Ibu Millian. Wendy ingin sekali marah mendengar kalimat tersebut, namun ia justru tersenyum lebar seraya menatap Margaret. “Setidaknya saya bekerja karena usaha saya sendiri Mrs. Wesley. Saya rasa itu cukup membanggakan daripada berada diposisi tinggi karena meng

