“Ekhem.” Suara dehaman dari Pak Sardi membuat Gina panik dan mendorong Rian hingga terjatuh dan mengaduh kesakitan. Pak Sardi mengerutkan kening ketika melihat laki-laki yang biasanya dia kenal sangat santun dan lembut—kini tampak berani menyentuh putri tunggalnya. Sebenarnya pun tak masalah bagi Pak Sardi, justru Pak Sardi ingin menjadikan Ricon sebagai menantunya kelak. Namun melihat Ricon seperti tadi membuat Pak Sardi heran dan kaget setengah mati. Gina yang masih panik menjadi salah tingkah hingga ia gugup dan menjatuhkan beberapa piring dan gelas yang untungnya saja dari bahan plastik dengan kualitas terbaik yang bermerek bintang singa itu. Mendengar suara barang pecah belahnya berjatuhan—istri Pak Sardi yang baru masuk ke rumah karena beliau tadi masih bercakap-cakap terlebih dahul

