Aku berdiri di ambang pintu, menatap seseorang yang keluar dari taxi online. Dan, dia adalah orang yang tidak aku harapkan. "Suamiku ada di sini kan?" Tanyanya ketus. Aku menghela nafas , untuk menenangkan diri agar tidak terpancing emosi. "Iya, kamu bisa melihat sendiri kan itu ada mobil Mas Angga," jawabku tak kalah ketusnya, meski mencoba untuk bersikap biasa saja, ternyata itu sungguh sulit. Aku wanita biasa yang masih penuh emosi dan mudah marah jika ada yang memancingnya. "Kenapa kamu suka sekali merongrong hidupku sih!" Ketusnya, membuatku kesal apa maksudnya coba dengan kata merongrong. "Apa maksudmu Nadia!" Aku menatapnya dengan kesal, sabar sabar. Menghadapi Nadia aku harus banyak sabar, wanita itu sungguh selalu berusaha mencari masalah. Padahal diantara aku dengan mas A

