32 - Mendadak Dilamar

1265 Kata

Dengan ramah kedua orang tuaku menyambut kedatangan Pak Arya. Mereka sepertinya sudah sangat akrab. “Eh ada Bu Reni dan Pak Hadi ternyata, sudah lama ya tidak bertemu,” suara ibuku terdengar ceria. Begitupun ayahku. Aku hanya merasa heran saja, ternyata mereka sudah saling kenal. Kok Bisa? “Ra, kok diam saja! Ayo salim dulu sana!” Ibu mendorongku pelan. Dengan cepat aku sun tangan kedua orang tua Pak Arya bergantian. Kemudian menyalami Pak Arya, dan saudaranya itu. “Eva mana?” tanyaku sambil celingukan mencari anak remaja itu. “Dia sedang si rumah ibunya,” jawab Pak Arya, dia menatapku dengan tatapan berbeda. Aku hanya ber oh saja, kemudian mempersilahkan mereka semua masuk. Terdengar suara Alfian menangis. Dengan cepat aku pergi ke kamarku, setelah pamit pada semua orang. Cekl

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN