TERCENGANG

1803 Kata

Lagi-lagi tivi padam kembali, aku dan Adel serentak menoleh ke arah layar. Untuk sesaat aku terpaku dan melongo tak percaya.. "Kok, tivinya mati lagi, Ma?" tanya Adel. "T-tivinya mungkin s-sudah rusak ya, Del," kataku berbohong dengan pandangan tak beralih dari menatap layar tivi. Seketika saja kurasakan degupan jantung yang mulai berpacu. Aku yakin, ada yang tak beres di ruang ini. Perlahan aku berjalan untuk mengambil remote control dengan tangan yang mulai bergetar, kemudian memencet tombol on off lagi dan tivi pun menyala. Sekali lagi aku dibuat terperangah. Bagaimana bisa tivi padam dengan sendirinya. Pandangan kualihkan ke arah remote control yang masih ada di genggaman. Kubolak-balik untuk memastikan ada yang rusak atau tidak. Namun, sepertinya tak ada yang rusak. Bahkan plasti

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN