Sekitar pukul sembilan pagi, seperti biasa aku masih sibuk beberes rumah. Dari mencuci perkakas, mencuci pakaian, menyapu, ngepel, lanjut masak. Saat sedang mengepel aku dikagetkan oleh suara Adel yang teriak-teriak dari ruang tamu, lalu menghampiriku ke kamar karena kebetulan sedang mengepel lantai kamar. "Mamaaaaa, ada banyak orang di depan. Mama, itu!" teriak Adel dengan gaya hebohnya. "Banyak orang? Orang pada ngapain, Sayang?" Aku lantas menghentikan ngepel, meletakkan peralatan pel di sebelah pintu kamar, kemudian mengikuti Adel yang sudah menarik tanganku agar mengikutinya. "Orang banyak di depan, Ma. Orangnya pada pakai kerudung. Ada banyak mau ke sini, Ma. Ayo, Ma." Adel sudah tak sabar agar aku segera membukakan pintu untuknya. "Iya, iyaaa. Siapa, ya?" Aku pun mengikuti A

