SEKELEBAT BAYANGAN HITAM

1834 Kata

Ah, masa iya setan bisa seperti itu? Rasanya aneh saja jika itu memang benar. Tak terasa aku hanyut dalam lamunan hingga tak menyadari jika Adel telah selesai kumandikan. Allah, apa-apaan ini. Sedari tadi memandikan Adel, tetapi pikiran terus saja berkelana. Segera kubalutkan handuk ke tubuh mungil Adel, lalu membopongnya ke kamar. Seperti biasa, usai mandi dan kududukkan di kasur pasti Adel langsung melepas balutan handuknya lantas lompat-lompat di kasur. Aku biarkan saja selama itu tak membahayakan Adel. Kuambil pakaian tidur di lemari, lengkap dengan kaos dalam dan celana dalam. Kemudian kuletakkan di tepi kasur. "Sini, Sayang." Aku melambaikan tangan agar Adel mendekat. "Adel, habis ini Mama mau petik mangga di depan. Adel mau ikut enggak?" tanyaku saat memakaikan pakaian. "Mau do

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN