Seakan langit runtuh menimpaku hingga tak bisa bernapas mendengar pertanyaan Adel. Aku hanya bisa tergagap, kehilangan kata-kata. Spontan kuraih headset yang ada di atas nakas, lalu memakaikan ke telinga Adel. Sangat tak ingin jika Adel mendengar apa pun karena hanya akan menambah kepanikan dan jantung bisa meledak saking takutnya. "Adel enggak mau pakai ini, enggak mau! Mama saja yang pakai!" Adel melepas headset dari telinganya. Ya Allah, Adel. Kenapa kamu tak tahu jika mamamu ini sedang panik, seakan sedang berdiri di ujung tanduk dan siap-siap terjatuh. Dengan tangan yang terus bergetar, aku meraih ponsel dari tangan Adel, lalu menekan tombol volume dan mengeraskan suaranya. "Jangan keras-keras, Ma!" seru Adel. "Enggak apa-apa, biar Mama ikut dengerin," kilahku. "Tapi ini keras

