MASIH SYOK

1800 Kata

Beberapa menit kemudian, aku dan ibu yang masih asik ngobrol, dikejutkan oleh Mas Fael yang masuk, terus menuju kamar mandi. Aku pun lantas berdiri dan menghampiri Mas Fael di kamar mandi. "Sudah selesai menguburnya, Mas?" tanyaku pelan kepada Mas Fael yang sedang menghidupkan keran untuk mencuci tangan dan kakinya. "Sudah, Dik, baru saja. Insya Allah sudah aman, Kamu tenang saja, ya. Enggak usah mikir yang tidak enggak-enggak," jawab Mas Fael seraya mencuci kakinya menggunakan sabun mandi. "Iya, Mas. Oh, iya. Tadi waktu ngubur itu ada yang lihat enggak, Mas? Atau papasan sama orang di jalan enggak?" Aku sangat khawatir jika saja ada yang melihat aksi Mas Fael saat mengubur tulang belulang tersebut. Bagaimana jadinya kalau iya. "Alhamdulillah enggak ada yang lihat, Dik. Juga enggak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN