Husain terus mengusap rambut Zega yang masih tertidur pulas. Senyumnya terukir kala anak kecil berusia lima tahun itu membuka mulut dan menggerakkannya seakan tengah mengunyah. Pintu terbuka, Zara mengintip Husain yang masih fokus ke Zega. Ia tersenyum melihat kedekatan mereka berdua sampai Zega tertidur di pangkuan Husain. Ia pun menjejakkan kakinya ke dalam kamar dan menutup perlahan pintu agar tidak menghasilkan suara. "Mas?" bisik Zara tepat di daun telinga Husain membuatnya menoleh dengan cepat, sedikit kaget. Zara pun duduk bersebelahan dengan Husain sambil ikut menatap Zega. "Mas, dia sudah tidak memiliki seorang Ayah. Tidak heran jika ia tertidur nyaman di pangkuanmu tadi." Zara berbicara sendiri dalam hatinya. Husain beralih menatap Zara yang memandang Zega dengan begitu dal

