"Zara!" Zara yang sempat tertidur cukup lama terkejut mendengar suara yang menggema di kamarnya. Bukan suara Khadijah, sahabatnya itu sudah pulang dari tadi. "Nilam?" Zara memincingkan matanya sambil terbangun dari posisi tidurnya. Sosok wanita berkhimar panjang itu tersenyum lebar. Ia langsung mendekat dan mendekap Zara dalam pelukan. "Aku udah tau masalah tentang pernikahanmu dengan Farhan, Zara." Begitu melepas pelukannya, Wanita itu menatap teduh Zara yang terfokus pada perutnya yang membuncit. Satu makhluk ciptaan Tuhan tengah tumbuh di dalam rahim Nilam. Ia melupakan bisikan tentang masa lalu yang baru saja disampaikan oleh Nilam. "Ihhh udah besar!" pekik Zara riang sambil mengelus perut Nilam. "Kamu juga bakal nyusul, kan?" Zara menatap Wanita itu dengan cemberut. Ia memal

