Bertemu Jidah

1521 Kata

"Mas?" Baru saja Mas Husain keluar dari kamar mandi habis membuang hajat. Ia hanya berdehem menanggapi panggilan ku. "Mas aku mau nanya." Aku baru teringat akan kotak yang dikirimkan oleh Kak Farel. Semoga benar bukan 'itu' yang dikirimkan oleh Kak Farel untukku. "Kotak yang tadi pagi itu... punya Mas?" Mas Husain mematung. Ia pun menoleh dengan posisi masih berdiri, sementara aku duduk di tepi ranjang berhadapan dengannya. "Punyamu," balasnya singkat. Aku pun meringis pelan, ternyata benar itu kotaknya. Aku menunduk, dan Mas Husain mendekat, duduk di sebelahku. "Siapa yang mengirimkan itu? Bukan Farhan, kan?" Aku tentu dengan cepat menggeleng. Terdengar dari nada suara Mas Husain artinya benar Kak Farel menghadiahkan 'itu' padaku. Pipi ini menghangat, malu karena perbuatan Kak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN