Berusaha Move On

1437 Kata

"Kamu mau dipoligami?" "Uhuk!" Aku langsung saja tersedak saat Jidah bertanya demikian padanya. Poligami? Suatu hal yang tidak pernah terlintaskan di pikirannya. Jidah mendekatiku sambil memegang wajah ini yang kebingungan dengan perbuatan Jidah padaku. "Ada apa, Jidah?" Jidah menggeleng, "Kamu cantik, tapi anak saya juga cantik." Jidah tersenyum sambil melepaskan tangannya dari wajahku. Ia pun menatap dalam padaku. Aku pun menatap ke mata yang melihatku dengan penuh emosi terlihat dari sorot matanya. "Seharusnya putri saya juga seberuntung kamu... menikah dengan lelaki baik, meski Putri saya tidak setara dengan Husain." Aku bingung. Tidak mengerti apa yang dikatakan Jidah. Aku hanya paham jika Jidah memiliki seorang cucu. Lama mencerna perkataan Jidah, akhirnya aku paham. Tangan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN