Baru berapa jauh Hazal beranjak, Cambria tertawa dengan suara nyaring. Membuat lelaki berambut keemasan yang tertiup angin itu memalingkan pandangan dengan menyelidik. "Kau memang bodoh" pria itu mengernyit, tak sekalipun ada orang pernah merendahkannya demikian semenjak ia menjadi kaisar. Namun kali ini ia tak mengatakan apa-apa. Cambria masih tertawa selama beberapa saat sebelum kemudian wajahnya kembali dingin dengan tatapan tajam yang amat jarang ia tunjukkan. "Kau masih meragukan dirimu sampai hari ini. Kau menyalahkanku tapi tidak berani membunuhku. Aku kira kau sudah dewasa, tapi rupanya sampai hari ini kau masih seorang anak-anak yang bersembunyi dibalik gelar kekuasaan yang kau miliki. Ini menyedihkan, kau bahkan tidak bisa menyesuaikan diri dengan takdir" Darahnya membara men

