Apa yang sudah ibu lakukan?" hal pertama yang diucapakan Hazal ketika menginjakkan kaki ke dalam kamar Lady Arabela. Wanita setengah baya itu berbalik dari cermin hias di hadapannya kemudian mengamati kekesalan menghias raut wajahnya. "Ada apa? Kau baru kembali setelah menghilang seharian ini" lirihnya tenang meski sedikit terkejut. "Ibu membiarkan Afreen dipindahkan begitu saja tanpa izinku. Itu melanggar aturan dan tetap melakukannya?" geram ia tak habis pikir. "Perdana menteri yang memintanya" "Lalu kenapa tidak memberitahuku?" nada suaranya meninggi sambil memegang alis tebalnya memendam frustasi. Lady Arabela terpana, "Kau tahu apa yang terjadi membuat perdana menteri sulit percaya pada siapa pun. Dia memohon dengan sangat pada ibu dan ibu tidak bisa melakukan apa pun. Dia hanya

