Semua pengawal berkeliling rumah sakit mencoba menemukan Hazal yang menghilang sejak siang tanpa memberitahu siapa pun. Ponsel miliknya pun tak bisa dihubungi hingga membuat semua staf kebingungan. Sementara semua orang sibuk mencemaskan dirinya, ia tenggelam dalam keheningan di sebuah chapel tua dengan jendela kecil yang ditata dari batu-batuan, menghadap ruangan di seluruh penjuru rumah sakit. Dari jauh ia terkikik melihat para pengawal sibuk berlarian mencarinya, sedangkan ia menikmati rokok yang ia hirup dalam-dalam dan terlena dengan asapnya yang menyengat. Ia merebahkan tubuh ke dinding lalu melihat ke arah deretan kursi panjang yang kosong. Ruangan itu temaram disinari cahaya dari jendela kecil disamping tubuhnya. Acuh tak acuh ia menghisap rokoknya makin dalam, sambil memandang k

