Hazal yang meninggalkan istana lebih cepat tanpa pemberitahuan telah membuat banyak spekulasi terjadi dan menjadi bahan pembicaraan antar para pejabat. Masalah itu juga sampai di telinga Cambria, namun ia tak bisa berbuat banyak, selain mengabaikan semua hal yang juga membuatnya merasakan kecemasan yang sama. Siang itu ia sedang termenung seorang diri di dalam kamar sambil memandang taman dibalik jendela, hal yang biasa ia lakukan dalam kesendirian untuk menghibur diri. Tanpa diduganya seorang lelaki berusia 40 tahunan bertubuh kurus, datang menghadap. Ia tersadar, tapi sekedar melirik orang partai kepercayaan ayahnya yang tiba-tiba muncul di sana. "Ada apa kau datang ke sini. Apa sesuatu terjadi pada Ayahku?" "Tidak, beliau baik-baik saja, kedatangan saya kemari untuk mewakilkan hal ya

