Hazal sedang berada di dalam ruangan kerjanya, tempat paling sering ia menghabiskan waktu. Kali ini ia tak disibukkan dengan pekerjaan, namun lebih tenggelam dalam obrolan bersama Camelia yang menemaninya menikmati teh hangat di malam yang dingin. Gadis berambut hitam dengan mata coklat gelap itu sekarang memiliki kebiasaan membawa minuman untuk dinikmati bersama Hazal lalu menghabiskan beberapa waktu untuk berbincang dengannya. Hazal tak nampak keberatan, ia bahkan meladeni. Membuat Camelia sedikit besar kepala. Ia sedang dalam tahap menggapai mimpinya mendepak Cambria jauh-jauh dari dalam istana. Tanpa mereka duga, pintu terbuka tanpa pemberitahuan hingga keduanya sempat terkejut dan berpaling ke arah pintu masuk. Alis coklat tebal Hazal mengeryit, melihat orang yang paling sering masu

