40

1361 Kata

Pria itu tersenyum tipis, tapi tatapan matanya penuh dengan strategi yang matang. "Kita buat dia mengakui semuanya." Aku menelan ludah. “Bagaimana caranya?” Tristan menyandarkan tubuhnya ke kursi, jemarinya bertaut, ekspresinya penuh perhitungan. “Aku sudah menyiapkan rencana. Tapi aku butuh bantuanmu.” Jantungku berdegup lebih kencang. Ini bukan pertama kalinya Tristan memintaku melakukan sesuatu di luar tugas sebagai sekretaris. Sebelumya ia memintaku menganalisis Proyek, kemudian memata-matai Kenzo, dan sekarang memerintahkanku untuk membuat Bu Ratna mengakui kejahatannya. “Apa yang harus saya lakukan?” tanyaku, berusaha menenangkan diri. Tristan mendorong map lain ke arahku. Aku membuka dan membaca isinya. Ini adalah transkrip komunikasi internal yang tampaknya berasal dari email

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN