17

1346 Kata

Kuhela napasku saat memakirkan mobil di rumah. Pekerjaan hari ini cukup banyak, ditambah mood Tristan sedang buruk. Banyak pekerjaanku yang ia komplain, padahal biasanya ia tidak seperti itu. Kepalaku menjadi pusing karena terpikirkan oleh ucapannya. Untungnya Sinta sudah ada di dalam bersama Bu Yati. Jadi aku langsung mengeluh dengan dramatis. Aku melepas sepatu dengan kasar dan menjatuhkan tubuh ke sofa. “Aduh, Sinta. Hari ini capek banget!” keluhku sambil menutup wajah dengan bantal. Sinta, yang sedang duduk di lantai sambil menggambar sesuatu, melirik ke arahku. “Kenapa, May? Bos galak lagi?” Aku mendesah panjang. “Iya! Aku nggak ngerti, biasanya dia nggak seketus ini. Hari ini semua kerjaanku dikomentari. Ada aja yang salah.” Kulipat kedua tanganku di depan d**a, hidungku pun men

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN