Tatapan Kenzo yang sangat serius membuatku ingin tertawa. Bagaimana kalau dia tau... "Aku butuh teman untuk datang ke pernikahan mantan suamiku." Mata pria itu terbelalak. "Mantan suamimu?! David?" Dia tampak tidak percaya dengan jawabanku, sampai menegaskan siapa nama mantan suamiku. Kuanggukkan kepala. "Demi apa? Serius, May?" tanyanya. "Iya, Zo. Acara pernikahannya besok lusa. Bukankah kantor libur?" "Benar, kantor emang libur. Karena lusa adalah hari minggu." "Makanya itu aku mengajak kamu, Zo. Aku bakal malu banget kalau datang sendirian. Apalagi kamu tau sendiri gimana keluarga David sama aku. Aku selalu jadi bahan gunjingan mereka." Aku mengucapkannya sembari menundukkan kepala. Aku ingin mendramatisir semua ucapanku agar sahabatku itu mau. Kenzo menatapku dengan ekspresi y

