Musik pengiring mulai mereda, menandakan akad nikah akan segera dimulai. Semua tamu tampak memperhatikan panggung dengan penuh antusias. Rosa duduk dengan anggun di pelaminan, tangannya bertaut di pangkuannya, senyumnya semakin lebar ketika David duduk di sampingnya. Napasku terasa sesak saat melihat pemandangan itu. Tidak lama lagi, semua kebohongan ini akan terbongkar. Azella, yang berdiri tidak jauh dari meja teknisi, memberikan isyarat halus dengan mengangkat jari telunjuknya. Itu tanda bahwa dia sudah memastikan video siap diputar. Aku mengangguk kecil, lalu menoleh ke Kenzo yang masih menatap Rosa dengan rahang mengeras. "Siap-siap," bisikku. Kenzo menghela napas panjang. "Aku lebih dari siap." Saat penghulu bersiap membuka acara, tiba-tiba layar besar di belakang pelaminan berke

