Tanpa berpikir panjang, aku langsung bangkit dengan tubuh gemetar. "Bimo di rooftop, aku harus ke sana!" Aku berlari menaiki tangga secepat mungkin. Tristan masih di belakangku, langkah kakinya menggema di tangga darurat yang sempit. Aku berusaha secepat mungkin untuk sampai ke atas, tapi tubuhku sudah terlalu lelah setelah panik mencari anakku sejak tadi. "Bertahan, May! Kita harus cepat!" suara Tristan terdengar dari bawah. Aku menguatkan diri, memaksakan langkah meskipun nafasku semakin berat. Setiap anak tangga terasa seperti hukuman karena kecerobohanku sendiri. Begitu sampai di lantai 30, pintu tangga darurat sedikit terbuka. Aku mendorongnya dengan paksa, dan angin kencang langsung menyambut kami. Begitu aku tiba di rooftop, mataku langsung mencari sosok kecil itu. Bimo be

