Bab 29

1035 Kata

"Sabar ya, Bang," ucap Adnan sambil terkekeh. Arman pun hanya bisa menghembuskan napasnya pelan dan mengangguk. Tak lama, sang sales pun kembali membawa speaker dan juga aksesoris dari hp Adnan. Lalu, ia pun segera membuat nota pembeliannya. "Pembayarannya mau debet atau cash, Mas?" tanya sang sales. "QR bisa?" tanya Arman. Sang sales pun mengangguk lalu segera mengambil barcode QR yang berada tak jauh darinya. Setelah itu, proses pembayaran pun selesai semua. Kedua kakak beradik itu pun segera keluar dari store itu dengan perasaan yang bahagia. "Udah, kan?" tanya Arman memastikan dan mendapat gelengan dari Adnan. "Apa lagi?" tanya Arman bingung. "SIM-cardnya, Bang. Lah, masa hp gua kaga ada kartunya? Tadi disana kaga ada soalnya," jawab Adnan polos. Arman pun hanya menggelengkan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN