Bab 32

1150 Kata

Semilir angin laut menerpa wajah Kezia dan membuat rambutnya yang bergelombang itu nampak terbawa angin kesana sini. Arman memperhatikan tingkah sang istri yang menurutnya seperti anak kecil yang baru saja dibebaskan oleh orang tuanya untuk bermain. Ia pun terkekeh sambil memvideokan diam-diam tingkah Kezia. Namun, kesenangan Kezia sendiri tak berakhir lama. Setelah beberapa saat dan mulai berada di tengah laut, wajah Kezia pun mulai sedikit memucat bahkan jalannya sedikit sempoyongan. Arman yang menyadari bahwa sang istri mulai mabuk laut pun segera memeluk tubuhnya dan membawanya ke dalam awak kapal. "Ya elah, gegayaan pingin ke Pulau Macan, belum ge juga nyampe udah mual aja," kekeh Arman meledek. Kezia nampak memanyunkan bibirnya karena sedikit kesal dengan kelakuan sang suami. Na

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN