Bab 25

1120 Kata

Adnan pun mengangguk lalu kembali tertunduk lesu, sementara Kezia nampak sedikit syok dan langsung memijat pelan pelipisnya. Arman yang berada disampingnya pun memilih diam sambil membelai lembut punggung sang istri saja dari pada ikut berkomentar. Kezia pun menaruh sendoknya di atas piring dan mengambil minumannya. Rasanya, ia sudah tak berselera untuk makan lagi mendengar ucapan dari Adnan barusan. "Makan, abisin!" titah Arman penuh penegasan saat Kezia menyudahi makanannya. "Udah gak berselera aku, Bang," ucap Kezia sambil menggelengkan kepalanya pelan. "Makan! Jangan sampe, uang harian mu aku potong, Dek!" seru Arman dan langsung mendapat cemberutan dari Kezia. Kezia pun kembali mengambil sendoknya dan memilih menuruti sang suami. Daripada jatah jajannya di potong, lebih baik men

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN