Maafkan aku

817 Kata
Sudah 3 hari sejak pemeriksaan itu. Sejak itu juga aku hanya menghabiskan waktu dengan menulis surat untuk suami dan anak-anak ku dan menggambar wajah mereka. Ingin rasa segera mengiriman surat-surat dan lukisan ini kepada mereka. Tapi aku tidak tahu bagaimana caranya. Bi Nita tidak berani untuk melakukannya. Bahkan Bi Nita sendiri menggatakan, dia juga tidak bisa keluar dari rumah ini. Orang yang boleh keluar masuk rumah ini hanya supir dan Pak Arman. Pak Arman adalah seorang sekretaris Pak Michael. Dia yang mengurus semua kebutuhan dirumah ini. Mulai dari kebutuhan sandang mau pun pangan. Semua pekerja juga tinggal didalam gedung ini. Aku terkejut dengan penjelasan bi Nita. Aku sampai tidak bisa membayangkan orang seperti apa dia sampai-sampai seluruh pekerjanya tidak boleh ada yang keluar dari gedung ini. Mas...aku merindukan kalian. Aku tidak tahu bagaimana menghubungi kalian. Bahkan surat yang selalu kutulis ini tidak bisa ku kirimkan.hiksss....hiksss... aku menangis memandangi surat-surat yang kutulis itu. Aku menulis setiap hari. Memberitahukan keadaanku disini. Sudah ada 10 lembar surat ini. Aku harus mencari cara untuk bisa mengirimkan surat ini.ucapku kemudian. Malam ini aku memilih tidur cepat, selain aku sedikit lelah karna banyak menggambar dan menulis, aku juga lelah menangis karena merindukan suami dan anak-anak ku. Aku merasakan sentuhan ditubuhkan. Dari leher sampai di ke area perut ku. Rasanya geli dan risih. Ingin rasanya mencari tau apa itu tp mataku terlalu berat untuk dibuka. Perlahan aku membuka mataku, aku terkejut melihat ada seseorang disampingku dan tangannya masuk kedalam pakaianku. Spontan aku mendorongnya dan langsung duduk. Betapa aku tambah terkejutnya aku melihat orang yang mengurungku diruangan ini berada di tempat tidur ku dalam kondisi setengah sadar. Aroma minuman yang sangat tajam membuat aku mual dan kepalaku sakit. Aku turun dari ranjang dan menjauh darinya. “Ngapain kamu disini? Kamu sangat mabuk, pergilah ke kamar mu.” Sapa ku kemudian. Bukannya menjawab pertanyaanku dia terlihat sangat resah bergeliat-geliat tidak tentu arah diatas tempat tidur, sambil bergumam-gumam pelan. Aku mencoba mendekatinya untuk mmencari tahu apa yang dia katanya. “Fany...jangan pergi...ku mohon..” gumamnya lagi. Aku melihat air di sudut matanya terjatuh. Sepertinya dia merindukan seseorang bernama Fany. Tapi siapa dia?kenapa dia seperti ini?. Ini pertama sekali aku melihat dia menangis, ternyata seperti ini toh dia menangis. Benak ku Aku pun berniat menelp bi nita agar membawa Michael ke kamarnya. Baru aja aku bergerak, dia tiba-tiba memegang tangan ku dan menarikku kuat sampai aku terjatuh di d**a bidangnya. Dan dia memelukku dengan sangat keras. Aku berusaha mendorong badannya tapi hasilnya nihil. Dia mengangkat dan menghempaskan tubuhku ke atas tempat tidur. Kepalaku pun terbentur ke tiang tempat tidur yang terbuat sari bahan jati itu. Aku meringis kesakitan. Tidak puas dengan itu dia menimpa tubuhkan dan memaksa untuk mencium wajah dan seluruh tubuhku. Aku berontak dan berkali-kali mecoba mendorong tubuhnya tapi tidak berhasil. Aku bahkan memukul wajah, tangan dan dadanya dan bahkan menendangnya. Tapi tidak menghentikan aksinya. Justru dia semakin gesit untuk melakukan aksinya. Bahkan dia membuka paksa pakai yang kukenakan hingga robek. Aku merasakan sakit pada bagian d**a ku. Dia meremas-remas menggunakan tangan kanan dan tangan kirinya menahan tangan ku. kemudian dia menggigit bagian ujungnya dengan keras sehingga aku semakin kesakitan. Dia juga meraba s**********n ku dan memaksa aku membuka kakiku. Aku merasakan tangan masuk kedalam area selangkanganku dan bermain-main disana. Tiba-tiba wajah suami ku melintas dipikiran ku. Aku menangis merasa berdosa kepada suami ku. Maafkan aku mas..hiksss..hiksss..aku sudah kotor. .hikss..hiksss.lirih ku. Berkali-kali aku memohon sambil menangis agar dia menghentikannya. Dia bahkan tidak memperdulikanku. Aku pun mencoba terus memukuli dan menendang tubuhnya. Dia kemudian menjadi marah dan menampar pipi ku berulang kali. Aku merasakan perih pada pipiku dan ada darah keluar dari mulutku. Melihat aku menangis memohon, membuat dia smakin bringas. Nafsunya semakin menjadi-jadi. Dia kemudian memasukkan miliknya kedalam milik ku dengaan paksa. Aku menjerit kesakitan dan memukul-mukul badannya, tapi ditahan oleh kedua tangannya. Dia kemudian bergerak-gerak diatas diatas ku. Terdengar suara desahannya menikmati setiap gerakan yang dilakukannya. Semakin lama gerakannya semakin cepat dan semakin cepat. Pada akhirnya dia berhenti dan mendesah lemah setelah dia memasukkan cairan berwarna putih itu didalam milik ku. Dia pun terseyum puas dan merebahkan tubuhnya disampingku. Aku menangis histeris sampai seluruh tubuhku bergetar. Aku jijik dengan tubuhku. Dengan perlahan aku mencoba ke kamar mandi untuk mencuci tubuhku menghilangkan aroma tubuhnya yang masih nempel ditubuhku. Tubuhku terasa sakit, kepala ku pusing, kaki ku lemah dan bahkan mata ku berkunang-kunang. Aku menyentuh kepalaku yang terbentur tiang tempat tidur tadi, dan mendapat ada darah disana. Menggunakan sisa tenaga yang ada aku sampai dikamar mandi. Aku kemudian menyiram seluruh tubuh ku berkali-kali. Sambil menangis, aku mengosok seluruh tubuh ku dengan kuat. Setiap inchi tubuhku tanpa terkecuali aku gosok dengan kuat. Berharap najis yang ditubuhku hilang dan tercuci. ==hai..hai...jangan lupa tap love ya..dan tinggalkan jejak di komentar. tq ==
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN