Tanpa mereka sedari, ada seseorang sedang menatap mereka dari tempat duduknya. Ya, itu adalah Arya. Arya bahkan tidak berkedip dengan mulutnya yang terbuka karna terlalu syok melihat penampilan Keyla. Cinta yang menyadari itu segera menyenggol Arya.
Arya yang merasa bersalah akhirnya berusaha memujuk Cinta yang sedang merajuk, dengan suara lirih. Sesekali dia melirik pada Keyla yang duduk bersama para sahabatnya itu.
"Arya, Cinta, apa ada masalah? Ingat ya. Saya paling tidak suka urusan pribadi dibawa-bawa ke kampus! Apalagi waktu dikelas saya! " Ucap Pak Rega tegas. Sontak satu ruangan menjadi hening.
Setelah itu, Pak Rega melanjutkan menjelaskan materi tadi. Saat Pak Rega menjelaskan materi, Arya sama sekali tidak bisa konsentrasi. Sekali-kali dia masih mencuri pandang pada Keyla.
'Aku harus bisa deketin Keyla lagi! Pasti dia mau kalau aku ajak balikan. Diakan cinta mati sama aku.' bisik hati Arya.
Dalam hatinya, dia mencari cara bagaimana bisa mendekati Keyla tanpa diketahui oleh Cinta. Walau bagaimanapun, sekarang dia sudah beristri. Jadi, dia harus bergerak mulus.
Sepanjang mengikuti kelas, Arya tidak pernah memperhatikan dosennya itu. Dia justrus sibuk memikirkan rencananya mendekati Keyla. Sehinggalah dia dikejutkan oleh pukulan dibahunya.
Arya menoleh dan mendapati wajah masam Cinta yang sedang menatapnya lekat.
"Ada apa sayang? Koq mukanya cemberut gitu? " tanya Arya dengan berbisik, karna takut ditegur oleh Pak Rega lagi. Sontak mata Cinta membulat.
"Kamu yang kenapa? Nyebelin banget sih! " Setelah mengatakan hal itu, Cinta terus berdiri dan berjalan keluar. Suara Cinta yang lumayan besar karna setengah berteriak itu mengundang perhatian banyak orang. Tak terkecuali tiga sahabat yang sedang bersiap untuk ke kantin.
Arya menoleh ke depan dan mendapati ternyata Pak Rega sudah tidak ada. Segera Arya berlari dan mengejar Cinta yang sudah tidak tau dimana.
Keyla dan kedua sahabatnya yang sempat menyaksikan kejadian tadi sontak tertawa. Ternyata kejutan pertama dari Keyla membuahkan hasil yang begitu WOW.
* * * *
Keyla Pov
Aku merasa sangat puas melihat reaksi pasangan pengantin baru itu saat melihatku. Bahkan aku ingat sekali bagaimana wajah Arya yang menatapku dengan mulut yang terbuka. Aku juga melihat raut wajah Cinta yang terlihat begitu marah.
Apalagi setelah kelas selesai tadi. Mereka bertengkar dan bermain kejar kejaran. Sepertinya kejutanku membuahkan hasil yang perfect.
Bahkan tadi saat dijalan menuju ke kantin, aku sempat melihat kedua insan tersebut lagi duduk di bangku taman. Sepertinya mereka belum baikan. Terlihat dari cara Arya yang sepertinya sedang memujuk istrinya itu.
Saat ini, aku dan kedua sahabat ku, Erick dan juga Karin sedang berada di kantin kampus. Karin memaksa meminta penjelasanku atas apa yang terjadi.
"Kamu harus jelasin sama aku sekarang juga! Kenapa kamu bisa berubah jadi cantik begini? Trus, koq bisa kamu pinda kesini? Kenapa ngak kasi tau kemaren?" tanya Karin bertubi-tubi.
"Kalau nanya itu, satu-satu dong Rin. Aku bingung mau jawabnya yang mana dulu."
Terlihat Karin menarik nafas dan menghembusnya pelan. Sudah seperti orang yang akan melahirkan saja. Aku tersenyum melihat tingkahnya itu.
"Aku mau tau gimana kamu bisa berubah dulu." ujar Karin setelahnya. Aku hanya tersenyum melihat tingkah Karin.
"Kita makan dulu deh. Aku lapar. Setelah itu baru aku jelasin. " sengaja aku mengulur waktu agar mereka semakin penasaran.
"Nggak! Pokoknya kamu harus cerita sekarang! " Keyla nggak mau kalah. Sepertinya dia penasaran banget.
"Iya Key. Aku juga penasaran nih! " kata Erick sambil nyengir.
"Nah tukan! Erick yang biasanya cuek aja penasarankan. Apalagi aku! Penasaran buangett! " kata Karin.
Mau tidak mau, sambil menunggu pesanan datang, akhirnya aku menceritakan semuanya. Berawal dari mereka menghantarku pulang sampailah saat aku pergi ke saloon.
Setelahnya aku melanjutkan bagaimana aku kemaren meminta papah untuk mengurus segala keperluan pindah kampus. Karin dan Erick menyimak penjelasanku tanpa sedikitpun menyela.
Obrolan kami hanya sempat terhenti karna pesanan datang. Setelah itu kami melanjutkan obrolan sambil makan.
"Gaiss, aku ke toilet dulu ya. Kalian duluan aja ke kelas. Nanti aku nyusul."
"Ah, iya Key. Kamu tau toiletnya dimana kan? " tu anya Karin.
"Iya tau koq. Tadi pas kita jalan ke sini kan lewat depan toilet."
"Ok deh. Kalau gitu nanti kita tunggu di kelas aja. " jawab Karin lagi. Aku mengangguk dan bergegas langsung berjalan ke toilet karna sudah kebelet.
Setelah selesai dari toilet, aku segera menuju ke kelas. Sambil jalan, aku coba melihat hpku yang dari pagi sudah kuabaikan.
Wow.. Banyak banget panggilan tak terjawab. Semuanya dari 1 nomor. Karin. Setelahnya, aku membuka aplikasi hijau. Ternyata ada beberapa pesan. Tapi ada satu pesan yang menarik perhatianku.
TBC