Seperti biasa hiruk pikuk kota Jakarta seakan tidak ada habis nya. Setiap sudut kota mempunyai kisah nya tersendiri, seperti Andrian yang duduk termenung di dalam mobil mewahnya Mercedes-AMG GT R, Angga sahabat yang merangkap menjadi sopir juga asisten dan pembantu juga mungkin bagi Andrian hanya mampu melihat sahabatnya nya ini termenung memikirkan sesuatu yang entah apa itu. Rasa senyap yang begitu lama akhirnya membuat Angga memberanikan dirinya untuk memulai pembicaraan mau bagaimana pun Andrian adalah bos nya jadi dia harus menunjukkan rasa hormatnya.
“Pak Andrian sedang memikirkan apa? Dari tadi saya lihat termenung terus. Bukannya proyek hotel di bali dengan klien sudah bapak menangkan?”
“Angga ! Ini bukan di kantor kenapa kau memanggil bapak! Apa aku sudah terlihat tua dari usia ku???!”
“Bukan begitu Ndri dari tadi Gue lihat lu termenung, apa yang mengganggu pikiran lu?”
“Gue capek Ngga kakek kayak enggak ada habisnya dengan hidup Gue, bayangi di usai Gue Yang ke 20 Gue sudah S2 dengan nilai yang enggak main – main sekarang dia suruh Gue buat fokus di perusahaan sebagai penerus Dia, seakan – akan masih belum selesai juga sekarang dia mau menjodohkan Gue dengan cucu dari sahabat lamanya!?! Gilaa kan”
“ Ya seru lah Bro lagian Gue lihat lu gak pernah dekat wanita gue lihat, terakhir hanya jaman kuliah itu pun bukan lu yang kecintaan tuh cewe aja yang nyosor mulu di dekat lu, apa jangan – jangan lu ????” fikiran Angga melayang memikirkan kalau sahabatnya ini enggak normal.
“Lu lebih gila dari kakek Ngga! Gue normal lahhh !!! Gilaa luu!” emosi Andrian meluap karena sahabatnya sanggup berpikir bahwa dia enggak normal, tapi wajar sih di usianya yang lagi senang – senangnya dengan lawan jenis Andrian hanya sibuk dengan buku dan kantor.
“Lagian lu ga pernah gue lihat main sama cewe apalagi pacaran”
“enggak ada wanita yang menarik buat gue saat ini Ngga! Gue Cuma mau fokus sama urusan kantor”
“yaa tapi gimana kakek mu, dia enggak akan tinggal diam kalau kamu menolak”
“nah itu dia kepala gue sakit mencari jalan buat keluar dari masalah ini, ini masalah seumur hidup gue bisa gila gue!”
“ Kenapa lu ga coba saja dulu tawaran kakek mu itu, sambil kita lihat situasinya bagaimana, setidaknya kan lu enggak langsung di kawinkan hari itu juga kali Ndri”
“Ntah lah Ngga gue masih belum bisa berpikir jernih sekarang”
“ Ya sudah kita mau ke klub ngilangin stress mu atau langsung ku antar ke apartemen mu?”
“Balik apartemen langsung saja Ndri gue ingin istirahat saja malam ini”
“baik bos, laksanakan”
Angga pun melajukan mobil yang ia kendarai menuju apartemen mewah milik Andrian.
Sesampainya di apartemen Andrian, Angga memarkirkan kendaraan Andrian di parkiran khusus VVIP.
“Thankyou Ngga, besok lu enggak usah jemput gue ya, besok gue mau ke rumah kakek, dan jadwal untuk besok batalkan untuk ku”
“Baik pak, jadwal besok akan saya ganti ke hari selanjutnya, sepertinya besok juga tidak ada pertemuan dengan klien”
“Ok terima kasih Ngga” Andrian keluar dari mobil di ikuti Angga yang juga keluar dari mobil dan menuju ke parkiran umum untuk mengambil mobilnya yang sudah terparkir dari pagi.
Andrian langsung menuju lift yang langsung menuju ke kamarnya di lantai 20. Sesampainya di depan kamarnya ia langsung masuk dan menuju kamar mandi, di bukanya semua benang yang melekat di tubuhnya seharian ini, di nyalakannya keran air hangat dan bola sabun untuk menyegarkan tubuhnya yang seharian ini sibuk dengan urusan kantor.
Dengan sekaleng minuman soda di tangan dimasukkannya tubuhnya ke dalam rendaman air hangat itu sambil menikmati sekaleng minuman soda yang ada di tangannya, rasanya sedikit rileks untuk tubuhnya. Andrian tidak suka minuman yang mengandung alkohol, biasanya ia akan ganti dengan minuman bersoda, ya jika ada pertemuan sangat penting baru dia meminumnya itu pun sekedar wine yang kadar alkoholnya tidak banyak. Sejenak dia memejamkan matanya menikmati rendaman air hangat, tiba – tiba iya terngiang dengan teriakan anak perempuan
“ Kau jahat Andrian!” suara itu menyentakkan ia dari tidurnya. ‘Ini gila! Sudah berapa tahun dan aku masih saja memikirkan itu’ Andrian langsung mempercepat mandinya dan kemudian mengambil jubah nya langsung di rebahkannya tubuhnya di kasur hingga terlelap.
*****
Waktu sudah menunjukkan pukul 7 pagi, Andrian pun sudah berada di tempat gym untuk berolahraga. Sekitar 30 menit Andrian mengeluarkan keringatnya, ia langsung menuju dapur untuk membuat kopi dan telur dadar kesukaannya. Andrian sudah terbiasa untuk sarapan atau makan siang dan malam sendiri tanpa keluarga, semenjak ibunya meninggal Andrian hanya menghabiskan hidupnya dengan kakek dan ayahnya. Tapi semenjak ayah nya meninggal 2 tahun lalu dia lebih suka menyendiri dan menghabiskan hari – harinya di dalam apartemen mewahnya ini.
Setelah habis sarapannya ia langsung menuju kamar mandi dan bergegas berpakaian. Harini seperti yang ia sampaikan ke Angga untuk bertemu dengan kakeknya. Setelah selesai merapikan penampilannya di ambilnya kunci mobil mewahnya dan langsung menuju lift turun ke parkiran khusus VVIP. di hidupkannya mesin mobil dan langsung menuju ke kediaman kakeknya di selatan jakarta.
Sekitar 1jam 45menit ia mengendarai kendaraan nya dan langsung berhenti di kediaman kakek. Andrian langsung di sambut para penjaga di kediaman kakeknya.
“selamat pagi tuan Andrian” sapa bik Yem kepala pelayan dirumah kakeknya.
“kakek ada bi” walaupun Andrian di luar terkesan dingin cuek dan sinis tapi ia memiliki sisi lembut yang tidak banyak diketahui teman – temanya, apalagi jika berbicara dengan orang yang lebih tua dengannya, Andrian sangat menghormati mereka sekali pun hanya pelayan atau penjaga rumah, kecuali dengan Angga, Andrian sangat semena mena dengan Angga, kasihan terkadang Angga harus sabar menghadapi Andrian.
“Ada tuan, di taman belakang kakek sedang menikmati makannya”
“terimakasih bi, aku ke kakek dulu ya”
“silahkan masuk tuan”
Andrian langsung menuju ke taman belakang seperti yang di ucapkan bik Yem.
“Kek, selamat pagi”
“eh kamu Ndri tumben pagi – pagi sudah ke rumah, ada apa?”
“hmmm tentang perjodohan itu”
“oh ya cucu teman kakek belum berada di indonesia ternyata, dia sedang di luar negeri menyelesaikan kuliahnya dan hidup dengan ibunya, tapi ibunya akan kembali ke Indonesia 10hari lagi, dan kakek ingin mengenal kan mu dengan ibu dan serta istri dari almarhum teman kakek itu”
“kau kosongkan jadwal mu di tanggal itu!”
“tapi kek??! Aku belum siap, usia ku baru 20 tahun kek!”
“kau bukan langsung aku nikahkan besok itu juga Andrian!! Kau hanya perlu mengenal keluarga mereka dulu baru kita membahas perjodohan mu setelah gadis itu kembali ke Indonesia, dan jika ia tidak ingin bersama dengan mu pernikahan itu batal, karena perjanjian ku dengan kakeknya jika cucunya menolak pernikahan itu batal”
‘hari gini mana mungkin cewe itu menolak ku! Di usia ku yang ke 20 aku sudah sesukses ini’ dalam hati Andrian jengkel karena jika wanita itu menolak pernikahan itu baru perjodohan itu batal, jika wanita itu malah menyukai Andrian ia tak bisa menolaknya, perjanjian yang sangat tidak adil.
“ya sudah jika itu keputusan kakek. Tapi jika wanita itu menolak ku berarti tidak ada pemaksaan dari kakek! Dan aku akan meilih jodoh ku sendiri!!!”
“oke, seorang pria tidak akan melanggar janjinya” ejek kakek ke arah Andrian.
“Oh ya kek, aku 2 hari lagi akan berangkat ke amsterdam untuk ketemu klien ku, kemungkinan aku akan berada 5hari disana, jadi aku tidak bisa membantu kakek mempersiapkan pertemuan itu”
“Tak apa, nanti ku persiapkan semua sendiri, kau hanya duduk manis dan menunjukkan keseriusan mu dengan datang di pertemuan itu!”
“Ingat Andrian pria itu harus memegang janjinya!”.