Aku Yang malang
Ini tentang aku Yang selalu bertanya dalam hidup, kapan aku akan memperoleh kebahagiaan? sebegitu sulitkah Aku untuk mendapatkan kebahagiaan? atau Aku adalah orang yang tak pandai untuk bersyukur sehingga aku dibiarkan dalam perasaan dan hari-hari yang menurutku tidak bahagia secara sempurna.
Mungkin orang-orang melihat aku sosok wanita Yang kuat, happy, tangguh, oh Ayolah bahkan Meghan Marckle pun tak sanggup hidup dengan kepura-puraan Di kerjaan Dan memilih hengkang Dari kerajaan.
Hidup Ku tidak seindah Yang Di lihat Di feed i********: Ku ataupun Yang Di bicarakan Dari mulut ke mulut netizen, akupun Sama merasakan kebimbagan, kegalauan, keterpurukan Dan ke ke lain nya Yang hanya Aku simpan sendiri kadang berbagi dengan Milly Ku, ya Aku sangat bersyukur mempunyai seorang sahabat Yang sangat mengerti Dan selalu Ada untuk Aku, Yang selalu bersisian dam beriringan melangkah.
Sahabat Rasa saudara Karena Milly selalu Ada buat Aku Di Saat orang lain meninggalkan Ku, Dan menghujatku, hanya Milly Yang bersedia Ada setiap Aku dalam masalah, dalam kesusahan, dalam Duka dan bahagia.
argh yaaa aku sampai lupa ada janji dengan Milly, kalau sampai aku telat bisa-bisa dia akan terus menerus mengomel, Ku lihat jam tangan Ku sudah menunjukan jam 16.05 wib, itu artinya jika aku tidak bergegas aku akan terjebak macet dan telat.
Aku keluar Dari ruang kerjaku, dan berlalu menemui pekerja kepercayaan Ku.
"dit aku mau keluar dulu sebentar, Kalo misal Sammy uda pulang bilangin ya, Aku gak Bakal lama kok" tuturku
Dita hanya mengangguk sambil mengangkat tangan bergerak hormat
"siap mba nanti saya bilangin kalo mas Sammy pulang"
Aku hanya tersenyum meninggalkan Dita Dan menuju Mobil yang terparkir Di halaman samping Resto Dan Caffe Ku.
Ya aku mempunyai sebuah Resto Dan Caffe yang cukup terkenal Di kalangan anak muda, selain tempat yang menarik dan sangat instagramable tentu karena makanan dan minuman yang Kami sajikan itu sangat enak, tapi ramah di kantong.
Tempat Ku ini Ada tiga lantai, lantai Satu untuk Resto Dan Caffe, lantai dua ruangan Viv dan ruangan yang dilengkapi dengan fasilitas karaoke.
Dan lantai tiga aku jadikan tempat tinggal Ku dan Sammy.
Tanpa terasa aku sudah sampai Di tempat janjian Ku dengan Milly, di sebuah Caffe, astaga Milly itu emang ajaib aku aja uda punya Caffe malahan Aku uda berencana membuka cabang baru, ini Aku malah Di ajakin janjian Di Caffe milik orang, beneran deh ini orang.
Dan kalian tau apa jawaban pintar Milly Ku itu? jawaban nya adalah biar Aku tau apa yang kurang Di Caffe aku dan apa kelebihan Caffe ini dibanding Caffe aku, oke baiklah cukup masuk akal.
Aku masuk dan langsung melihat Milly sudah duduk dengan buku menu, Aku menghampiri nya Dan mencium pipi nya, lihatlah dia sudah menggembungkan pipi nya Yang chubby itu.
"sorry Gua telat ya" kataku basa basi
Milly hanya melirik Dan tetap fokus pada buku menu Di tangan nya
"tadinya Kalo misal 10 menit lagi lo gak datang, gua bakalan balik" tandas nya
Aku meringis melihat dia membanting menu, gila ini anak kesambet apa coba tiba-tiba marah Sama gua Yang gak tau apa-apa, sungguh tidak adil Milly.
"Lu kenapa Sih? perasaan dellon Yang bikin ulah nya, lah Yang kena imbas nya siapa" keluhku, Milly hanya diam sambil memutar Bola Mata malas
"kenapa sii heran deh Gua Liat kalian" lanjutku, terlihat Milly menghembuskan nafas nya
"kesel Gua Sama dellon,mau balik gak bilang-bilang, tau-tau nomor Gua uda Di blok Aja Sama dia" jawab Milly menggebu
ya tuhan ingatkan aku untuk memberi ceramah pada dellon
"ya udah sih ngambek nya, mending makan dulu biar punya tenaga lagi buat marah" bujuk Ku
Dia hanya melotot "gak perlu marah lagi orang gak tau balik ke sini nya lagi kapan"
Iya dellon LDR dengan anak istrinya, dia memilih kembali bekerja Di sini setelah lama Di pindah tugaskan ke luar pulau.
ya jika kalian berpikir Kalo Milly Di sini adalah orang ketiga? jawaban nya ya.
Dari dulu sampai sekarang Milly terjebak Dalam kisah cinta yang rumit, oh kalian tidak boleh menyalahkan Milly, Karena jelas Di sini yang Salah adalah 100% dellon. Karena dia tidak mau meninggalkan Salah Satu Di antara mereka memilih istri nya atau meninggalkan Milly, kurasa sudah cukup Aku berbagi kisah Milly.
Tak berapa lama datang pesanan Kami, Milly terlihat tidak bersemangat, Aku menghela nafas.
"Lu mau aduk-aduk juga Tu makanan gak bakalan jadi santet buat Bini nya dellon"
Milly menatap Ku cengo
"Nah sekarang mending makan dulu, abis makan Kita Cari dukun santet oke?" Tanya ku, Dan lihatlah Milly langsung semangat, gilak sih ini temen Gua
Aku hanya meringis melihat Milly makan, uda kalap seperti tidak makan Dari pagi saja.
"tapi beneran ya sha, Lu anter gue nyari dukun santet" kata Milly
Aku hanya mengangguk
"Lu tenang Aja gak perlu susah Cari Sana sini, tinggal cari Aja Di situs ADI" lanjut Ku
"hah?"
"Asosiasi Dukun Indonesia" jawab ku
"seriously dukun punya situs?"Tanya Milly tidak percaya
tawaku pecah
"jihahaaa ya Kali dukun jaman dulu, nih yaaa Gua Kasih tau dukun jaman jigeum itu ngitung nya Aja pake aplikasi epon tau kagak Lu" kelakar Ku
"yaa Kali pinteran epon dong Sama dukun juga" jawab milly
"nah itu Lu tau" jawab ku
ketika asik membicarakan dukun online tiba-tiba ada yang meremas bahuku, refleks Aku langsung menggeplak tangan
"awwww sakit b**o"
Aku menoleh cepat dan
sialan pake ketemu ini orang lagi batin ku