Author POV Nara memutar tubuhnya didepan kaca. Mematut dirinya sepantas mungkin. Mengecap bibirnya untuk memastikan sudah terpoles lipstik dengan sempurna. Hari ini Aron berjanji akan mengajaknya ke tempat baru. Pria itu mengatakan akan menjemputnya nanti, dua jam lagi. Lihatlah siapa yang tidak sabar dan sudah rapi sedari tadi? Pintu kamar diketuk dari luar. Tak lama setelahnya sang ibu melongokkan kepalanya masuk. “Adek mau kemana?” Nara masih sibuk menatap bayangannya di cermin. “Mama nggak boleh kepo. Lagian Nara udah gede, masa dipanggil adek mulu.” Sang ibu memasuki kamar. Duduk disudut ranjang. “Nah. Itu tau. Adek sekarang udah gede, udah cocok juga bawa calon buat dikenalin ke Mama.” Nara membalikkan tubuhnya dengan wajah memberengut. “Nara masih mau melajang ya Ma. Lagian a

