Sudah dua hari semenjak kepergian Pramesti, dan Anggana belum bisa menemukan wanita itu. Beberapa sahabatnya yang dikenal Anggana, tidak mengetahui keberadaan Pramesti. Anggana sudah nyaris frustasi karena memikirkan Pramesti. Mungkin benar apa yang dikatakan Ibundanya, dia terlalu terburu-buru meminta Pramesti untuk menjadi istrinya. “Apakah sudah ada kabar terbaru, Padmana?” “Belum Tuanku, maaf.” Entah jika mendengar kata maaf dari Padmana justru semakin membuat Anggana marah. Seharusnya kalimat itu sebagai penanda Padmana yang merasa menyesal karena lalai menjaga Pramesti, tetapi sekaligus menjadi penanda bahwa Pramesti jauh darinya. “Dimana kamu Pramesti?” geramnya dalam hati. Jika menemukan wanita itu, Anggana berjanji akan mengikat Pramesti di kamarnya. Flashback “Aku harap kam

