Anggana kembali mempersiapkan kepergiannya ke Kalingga Danuwara. Dibantu Prof. Leiden dan Bima, mereka lembur hingga dini hari untuk mempersiapkan mesin waktu. Daya yang di pakai sudah habis, mereka harus kembali mereka ulang mesin agar bisa di gunakan lagi. “Settingan waktu bagaimana, Prof? Apakah bisa di setting enam bulan lima belas hari setelah kepergianku ke Kalingga Danuwara?” tanya Anggana. “Bisa, jika kemarin kita bisa tepat membawamu ke hari yang diinginkan, aku rasa settingan waktu ini sudah sesuai dengan yang kamu inginkan.” “Baiklah, aku pikir semuanya sudah siap.” “Iya.” Prof. Leiden mendekati Anggana, “Kamu belum sempat menceritakan tentang bagaimana situasi di sana, Anggana.” “Yang jelas, semua rencanaku berubah, Prof!” “Kenapa harus?” “Paduka Raja Wisnukancana tidak

