Anggana membawa kudanya bersama Kara untuk datang ke Puri menemui Bala (dan Saraswati). Anggana memberanikan diri meminta makanan istana untuk di bungkus dan di bawanya ke barak, beruntungnya kepala Abdi tidak mempermasalahkan hal itu, justru tersenyum penuh arti. Malam ini di bawah sinar rembulan yang benderang, Anggana dan Kara memacu kudanya saling berebut untuk menjadi yang pertama, untuk sampai di Puri yang pertama. “Hiyaa..” Anggana memacu Petir dengan semangat. Setiap hari dia selalu memijat kaki Petir agar kuda itu berlari cepat, selalu memberikan kasih sayang seperti sahabatnya sendiri. Kara berada di depan, tak cukup jauh. Anggana kembali menggerakkan kakinya, memberikan kode kepada Petir untuk berlari lebih kencang. Pekatnya malam sama sekali tidak membuat Anggana menyerah unt

