Rea langsung disambut Seli ketika mobil Adrian memasuki halaman rumah. "Syukurlah, kau tidak apa-apa, Sayang..." ucap Seli bahagia seraya langsung memeluk Rea. Rea tidak menolak pelukan itu, namun juga tidak membalas. Ia membiarkan Seli memeluknya sampai pelukan itu merenggang sendiri. "Ayo kita kedalam," ujar Seli mempersilahkan. Digamitnya lengan Rea untuk diajak masuk. Sementara dibelakang mereka, masih ada Vino dan Adrian yang terus saja saling mendaratkan tatapan tajam. Seli meminta Bik Asih untuk membawakan segelas air putih untuk anaknya. Rea dibawa ke ruang tamu, didudukkan perlahan. "Aku tidak apa-apa, kalian jangan menatapku seperti ini." Ada perasaan risih saat tiga pasang mata menatapnya tanpa kedip. Seli tersenyum lembut. "Mama hanya bahagia melihatmu lagi, Sayang, kau tida

