Adrian masih bungkam, ia tidak berniat mengatakan satu kata pun sekarang, sebelum ia menuntaskan apa yang mau dilakukannya. Dengan gerakan kasar Adrian meraih kedua tangan Rea dan meletakkannya di sisi kanan-kiri kepala Rea. Tatapannya mengunci dengan tajam, bahkan menghujam ke dalam mata Rea yang sudah dipenuhi airmata. Rea menggeleng-gelengkan kepala sambil menangis. "Tidak, Adrian. Lepaskan aku. Jangan lakukan ini padaku." Rea benar-benar terpukul dengan sikap Adrian sekarang. Apakah setelah perceraian yang ia layangkan pada Adrian akhirnya membuat laki-laki ini ingin memperkosanya? Tidak. Rea yakin laki-laki yang sekarang berada diatasnya ini bukan Adrian. Ia sangat yakin, kalau dia bukan Adrian. Sama sekali bukan! "DIAM!!" Kali ini Adrian mau membuka suara, meskipun suaranya lebih t

