115. Malam Panjang

1002 Kata

Aluna membuka mata. Sekejap diam kemudian meraih ponsel yang ada di atas nakas. Masih gelap. Menajamkan indra pendengaran. "Hujan," gumamnya. Saat hendak berbalik, ia merasakan sesuatu memberati pinggang. Menoleh dan ternyata itu adalah tangan suami yang memeluknya. Sepertinya tadi ia tertidur lagi saat menunggu suami kembali dari kamar mandi. Aluna perlahan mengangkat tangan kekar itu lalu berbalik menghadap pemiliknya. Suami masih tidur nyenyak, tampak dari helaan napas yang teratur. Tersenyum sambil menatap wajah tampan itu. Sedikit pun tidak pernah terbayang akan menikah secepat itu setelah anak dan suami meninggalkannya. Mengira akan hidup dalam sepi, seorang diri hingga maut menjemput. Aluna terkejut saat tiba-tiba saja ada yang mengecup singkat bibirnya. "Jangan suka melamun da

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN