114. Menginap

1002 Kata

Lembayung sore menyelinap dari balik tirai tipis. Suara gemericik air dari kolam kecil di halaman terdengar seperti nyanyian lembut yang menyambut gelap. Aluna membuka mata perlahan. Mengedarkan pandangan sembari mengumpulkan kesadaran. "Jam berapa ini?" gumamnya sambil bangkit. Ternyata ia sedang ada di kamarnya di rumah orang tua. "Apa aku ketiduran? Lagi? Perasaan sekarang aku sering banget ketiduran." Menurunkan kedua kaki hingga menyentuh lantai dingin kamar. "Udah bangun?" "Astaghfirullah, Mas ... bikin kaget aja," pekik Aluna sembari Mama kami daada yang berdegup kencang. Terkejut dengan kemunculan sang suami yang keluar dari kamar mandi. Ervan terkekeh. "Masih muda udah jantungan aja." Aluna berdetak sebal sembari memukul pelan lengan sang suami. "Saga mana?" "Ada. Dia lagi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN