123. Papa Usil

1002 Kata

"Kopi teruuus," sindir Aluna di pagi hari nan cerah dan penuh aroma kopi yang menyebar dari dapur rumah mereka. Ia sedang menyuapi Sagara di ruang tengah, sementara suami baru saja mendaratkan diri di sampingnya dengan membawa secangkir kopi. Mengenakan kaos hitam longgar yang membuatnya terlihat sangat santai ketika berada di rumah. Ervan terkekeh. "Kamu mau?" Aluna mendelik. "Harus banget ya bikin kopi tiap Saga lagi makan?" sebalnya karena itu membuat Sagara tidak fokus pada makanannya. "Oh iya. Baru ngeh. Maaf, Sayang. Gak sengaja." Ervan bangkit berdiri. Berlalu dengan membawa kembali cangkir kopinya. Sagara yang penasaran dengan aroma minum itu, terus menatap ke mana sang ayah melangkah. "A dulu, Sayang. Dikit lagi ini," bujuk Aluna sambil menyodorkan sendok kecil ke mulut anak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN