124. Tamu Misterius

1005 Kata

Sagara tertawa renyah saat gelembung sabun melayang-layang di udara. Sementara Aluna duduk bersila di lantai ruang tengah sambil meniupkan gelembung-gelembung kecil dari alat mainan plastik yang sengaja ia beli saat melihat pedagang yang menjajakan benda tersebut ketika dalam perjalanan pulang kemarin. Balita laki-laki itu mengejar gelembung sambil tertatih, jatuh, lalu bangkit lagi dengan semangat yang khas anak seusia itu dan baru bisa berjalan satu dua langkah. Di saat seperti inilah, Aluna selalu merasa jadi wanita sempurna dengan menjadi seorang ibu. Sentuhan, pelukan, dan waktu ia berikan sepenuh hati untuk anak sambungnya. "Ayo, kejar lagi," ujar Aluna yang sengaja menyingkir meja sofa yang ada di ruang tengah dan membuat ruangan luas agar sagara bisa bermain dengan leluasa. “S

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN