Bab 30. Kunjungan dan Sikap Kasar Dias

2531 Kata

*** Masih di tempat dan waktu yang sama, di ruangan Dias yang beberapa saat lalu Rio datangi. Keduanya masih saling berhadapan meskipun mulut mereka sama-sama bungkam. Rio sudah memutuskan untuk tidak memberitahu Dias perihal kejadian yang sebenarnya. Ia membiarkan Dias salah paham sepenuhnya kepada Ziya. “Lo emang nggak punya hati, Yas!” hardik Rio setelah puluhan detik membungkam mulutnya. Dias mendengkus sebal. Bukan dia yang tidak punya hati, tapi Ziya yang tidak memiliki otak. Selalu saja mengganggu Rara dan suka cari perhatian. Dias benar-benar anti pada perempuan yang memiliki sifat seperti itu. “Ziya juga seorang pasien,” ucap Rio yang tidak lagi meninggikan suaranya. Semakin Rio membela Ziya, semakin Dias tersenyum remeh padanya. Dias pun tidak mengerti kenapa ia bersikap

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN