Bab 29. Jangan Menangis

1139 Kata

*** Rasanya tak cukup menenangkan Ziya hanya dengan pelukan, sebab yang Ziya lakukan selanjutnya adalah menangis tersedu-sedu. Entah kenapa Ziya berani melakukan itu di depan Rio. Kali ini tidak ada drama, tidak ada sandiwara, Ziya sungguh-sungguh akan air mata yang tak ingin berhenti keluar dari peraduannya. Ziya terisak hingga membuat Rio benar-benar khawatir. “Jangan menangis,” bisik dokter muda itu sembari mengeratkan pelukannya. Rio tulus, dirinya tidak bermaksud mencari kesempatan dalam kesempitan. Lelaki itu sungguh-sungguh dalam mencintai Ziya. Ia berharap kehadirannya mampu membuat Ziya sedikit terhibur. “Kamu aman sekarang, Zi. Aku janji nggak akan biarin Dias lakuin hal ini lagi ke kamu,” ucap Rio meyakinkan. Namun, Ziya kembali terisak parah. Ziya merasa sedih dan kecewa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN