*** Kegiatan rutin yang biasanya selalu dilakukan RSj Wija adalah senam pagi. Kali ini Ziya berada di antaranya. Namun, sama seperti kemarin, Ziya pun enggan tersenyum. Padahal tujuannya datang ke rumah sakit ini adalah untuk pamer kecantikan. Ziya seolah lupa bahwa senyum bagian dari kecantikan itu sendiri. Ziya benar-benar terlihat berbeda. Bisanya ia akan tersenyum centil, menggoda dan pamer apapun yang ada pada tubuhnya. Kini, ia terlihat kecil dan bersembunyi. Melihat itu, membuat dokter Rio mengembuskan napasnya dengan berat berkali-kali. Demi apa Ziya yang murung tampak sangat tak enak dipandang. Bukan karena kecantikannya berkurang, tapi Rio merasa ada yang kurang. Ternyata harapan Rio kemarin tak bisa menjadi kenyataan. Ziya masih saja murung dan tidak fokus. Tidak ada Ziya y

