*** Ziya bertanya-tanya ke mana dokter Rio akan membawanya. Gadis itu masih menunggu penjelasan Rio ketika mereka naik ke mobil Rio. Namun, Rio hanya tersenyum misterius ketika Ziya lagi-lagi bertanya. Akhirnya, Ziya menyerah. Ia mengunci mulutnya dan memejamkan mata. Sedikit kesal pada Rio yang tiba-tiba saja membawanya pergi. Daripada mereka berdebat, lebih bak ia mencoba tertidur. Sebab semalam dirinya kesulitan mendapatkan kantuk. “Tidur aja dulu, Zi. Nanti Mas dokter bangunkan kalau kita sudah sampai,” Suara Rio terdengar. Ziya sempat membuka matanya kembali dan menatap Rio, masih meminta penjelasan. Namun, ia kembali menyerah ketika Rio memilih fokus menyetir daripada menjawab pertanyaannya. Ziya menghela napasnya dengan berat. Ia kembali memejamkan matanya. Lagi pula Rio tak

