*** Sore tadi Dias baru saja menyadari Ziya tak ada di kamarnya. Kepanikan menyerangnya hingga mencari Ziya ke mana-mana. Dias tak sempat bertanya pada suster jaga karena kekhawatiran memenuhi hatinya. Sampai pada akhirnya, Dias merasa lelah dan menghentikan pencariannya. Dias pun terduduk di atas brankar Ziya. Tangannya meremas rambutnya keras. Cukup lama Dias terdiam hingga salah satu suster jaga menghampirinya. Memberitahunya ke mana Ziya pergi, dan sedang bersama siapa. Dias marah, ia tidak suka informasi mengenai Ziya yang dibawa Rio sampai ke telinganya. Lelaki itu pun bermaksud untuk menghubungi Rio. Ia yakin sekali Rio tidak ada di rumah sakit jiwa ini. Rio berani menyelinap keluar bersama Ziya tanpa seizinnya. Rio seolah sedang mengajaknya berperang. Namun, baru saja ingin me

