Bab 32. Bayang Kemarahan

1460 Kata

*** Makanan di kantin terasa membosankan bagi Dias sejak Sandi lagi-lagi menyebut nama Rio dan Ziya di depannya. Sandi sangat bersemangat menceritakan betapa Rio menyukai Ziya. Namun, raut rekan kerjanya itu berubah sedih kala mengingat Ziya masih saja murung akibat perbuatannya akhir-akhir ini. Dias tidak suka. Apalagi saat Sandi mengatakan Rio tak pernah lelah menghibur Ziya. Sampai-sampai rela meninggalkan RSJ Wija hanya untuk membelikannya bunga dan coklat. Menurut Sandi itu perhatian yang diharapkan oleh setiap gadis. Perhatian itu menunjukan betapa Rio peduli pada Ziya. “Gimana menurut lo, Yas?” tanya Sandi setelah menutup ceritanya tentang Rio yang sangat peduli pada Ziya. Dias menatap Sandi dengan tajam. Ia tidak sengaja melakukan itu karena terlalu kesal pada Sandi yang beri

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN